
PENULISAN kata amin yang benar dalam bahasa Indonesia adalah amin (AMIN), bukan aamin, amiin, atau aamiin. Bahasa Indonesia tidak mengenal "vokal dobel" dalam satu kata. Silakan cari di Kamus Besar Bahasa Indonesia, pasti yang ditemukan hanya kata "amin", bukan yang lainnya.
Jika Anda bersikeras bahwa penulisan kata amin yang benar adalah aamiin, maka bagaimana Anda membaca kata saat, Aa Gym, Aa Asep, ii sumirat, diingingkan, diisi, dsb.? Ingat, bahasa tutur (ucap, lisan) beda dengan bahasa tulis.
Jika harus menuliskan kata sesuai dengan cara pengucapannya, maka kita pun harusnya menulis: Awlooh (bukan Allah), Rosuluwlooh (bukan Rasulullah), Al-Qur-aan (bukan Al-Quran), Insyaa-a Awlooh, dan seterusnya.

Posting ini saya tulis sebagai "respons" atas banyaknya Facebooker dan blogger yang memasalahkan penulisan kata amin dan insya Allah. Mereka "terpaku" pada cara pengucapan (bahasa tutur/lisan), padahal ini soal bahasa tulisan yang sudah ada kaidahnya dalam tata bahasa Indonesia.
Bahkan ada yang mengulasnya secara "mendalam" kata amin dalam bahasa Arab: beda pengertian amin, aamin, aamiin, amiin, dan seterusnya. Ya susah lah Brow... karena kaidah bahasa Arab 'kan beda sama tata bahasa Indonesia!
Bagaimana kalaua mereka tetap menggunakan kata Aamin dan Insha Allah? Ya, gak masalah, silakan saja, selama tidak mengganggu stabilitas nasional dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia!
Yang jelas, mereka harus konsisten (istiqomah) jika penulisan harus sama dengan pengucapan, yaitu dengan juga menulis Allah = Awlooh, Rasulullah = Rosuluwlooh, Insya Allah = Insyaa Awlooh, Astagfirullah = astagfiruwlooh, dan seterusnya. Wasalam. (www.romelteamedia.com).*