Tips Menulis Online: Jangan Gunakan Huruf Judul SEMUA KAPITAL

Huruf Judul SEMUA KAPITALTips jurnalistik & etika menulis di media online: jangan gunakan huruf judul SEMUA KAPITAL (ALL CAPS). 

BANYAK blogger pemula, juga beberapa media online, menggunakan huruf kapital di judul postingnya.

Entah apa maksudnya, yang jelas "mereka" mungkin belum membaca "aturan main" menulis di media online dan "etika internet" (netiket).

Bisa juga sudah baca, namun "gak mau nurut" alias sakarepe sorangan --semaunya sendiri, gimana gue aje!

Untuk sementara, saya tulis posting soal aturan SEMUA KAPITAL (ALL CAPS) ini secara gak sistematis. Masih berupa "draft", nanti aja dirapiinnya, ngantuk euy! Publish aja dulu deh...

Intinya sih, jangan gunakan huruf kapital semua untuk judul posting/judul berita di media online/blog. Jangan pula All Caps dipakai di "news body".

Misalnya: SITI NURHALIZA RINDU INDONESIA
Sebaiknya: Siti Nurhaliza Rindu Indonesia

Bahkan, huruf kapital sebaiknya digunakan di awal kalimat saja, kecuali untuk menulis nama atau istilah. 

Simak saja BBC Indonesia, misalnya, yang hanya menuliskan huruf kapital di awal kalimat judul.

judul berita BBC Indonesia


Bandingkan dengan, misalnya, situs MINA yang menampilkan judul-judul beritanya All Caps:

judul mirajnews

Jujur sajalah, judul seperti BBC itu jauh lebih enak dan lebih mudah dibaca ketimbang judul Mirajnews itu.

Maka, sekali lagi,  Jangan Gunakan Huruf Judul SEMUA KAPITAL! Hindari ALL CAPS!

ALASAN HINDARI ALL CAPS
1. Sulit Dibaca. Tidak User Friendly.

Text in All Caps is Hard for Users to Read
http://uxmovement.com/content/all-caps-hard-for-users-to-read/

2. 'Gak Sopan! Dalam etika penulisan, khususnya online, All Caps = Teriak. All Caps means SHOUTING!

ALL CAPS bermakna TERIAK...!!!!!

3. Etika Internet (Netiket) juga menyebutkan, salah satunya: "Don't use All Caps".

Wikipedia juga larang ALL CAPS:
http://en.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Please_don%27t_shout

Etika Menulis Email juga dilarang All Caps:
Email Etiquette Tip - DON'T SHOUT!
http://www.hoax-slayer.com/do-not-use-all-capitals.html

Berikut ini daftar referensi lain yang bisa dikaji untuk memahami per-All Caps-an ini:

Rule Number 2: Do not use All Caps
http://netiquette.wikia.com/wiki/Rule_number_2_-_Do_not_use_all_caps

Alasan Utama:
Three Reasons to Avoid Using “ALL CAPS” in Website Copy
http://designfiles.net/blog/reasons-avoid-caps-website-copy/

Please don’t type in all caps
http://computertutorflorida.com/2008/08/please-dont-type-in-all-caps/

LAINNYA
http://webdesign.about.com/od/fonts/qt/all-caps-is-bad-typography.htm
http://desktoppub.about.com/od/emailclasses/a/0712caps.htm

Pengecualian: MENU
https://www.digitalcookie.com.au/blog/writing-readable-content-and-why-all-caps-is-so-hard-to-read.html

Nah, itu saja dulu, biarin masih berupa "draft" juga ya, yang jelas intinya sudah jelas: jangan menggunakan huruf kapital semua (All Caps) dalam judul berita, judul posting, judul email, juga hati-hati gunakan huruf kapital dalam status update dan isi email. Wasalam. (www.romelteamedia.com).*

Cara Menulis Kata "Insya Allah" yang Benar

Cara Menulis Kata "Insya Allah" yang Benar
Penulisan yang benar itu Insya Allah, Inshaa Allah, atau Ingsya Awlooh?

BAGI kalangan tertentu, penulisan kata/istilah Arab dalam bahasa Indonesia sering "jadi masalah". Banyak transliterasi (penyalinan dengan penggantian huruf dari abjad yang satu ke abjad yang lain) Arab ke Indonesia yang dipandang tidak tepat, salah satunya penulisan kata/istilah "Insya Allah".

Menurut "mereka", "alih huruf" Insya Allah itu menjadikan pengertiannya berebda dengan yang dimaksud. Kata mereka, yang benar itu Inshaa Allah.

Katanya, Insya Allah itu bermakna "menciptakan Allah" dan "Inshaa Allah"-lah yang bermaksud "jika Allah menghendaki".

Persoalannya adalah alih huruf "sya" menjadi "sy" atau "sh". Menurut panduan transliterasi bahasa Indonesia sih, yang baku adalah "sy".

Jadi, yang benar menurut bahasa Indonesia adalah Insya Allah seperti selama ini banyak digunakan. Bahkan, istilah "Insya Allah" sudah menjadi istilah baku dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia:
in·sya Allah Isl ungkapan yg digunakan untuk menyatakan harapan atau janji yg belum tentu dipenuhi (maknanya 'jika Allah mengizinkan') (KBBI).

Pengertian & Makna Insya Allah
Penulisan Inshaa Allah itu dalam konteks bahasa Inggris. Tulisan asli bahas Arabnya: إن شاء الله

Ada tiga kata: in (jika), syaa-a (menghendaki), Allaahu (Allah), digabungkan menjadi "jika Allah menghendaki, merestui, atau mengizinkan".

Kata ustadz saya, kita tidak boleh "saya akan datang" misalnya, tapi harus pake insya Allah, menjadi "Insya Allah, saya akan datang" atau "saya akan begini begitu, Insya Allah". Dalilnya:

"Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu 'sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi' kecuali (dengan menyebut) Insya Allah." (QS.Al-Kahfi:23-24).
Beda lagi maknanya jika ditambahin lah, misalnya "Saya akan datang, insya Allah lah...!" Penambahan lah di sana bermakna ragu, gak janji deh, atau "ginama nanti aja".

Transliterasi Arab-Indonesia
Dalam transliterasi bahasa Indonesia, huruf Arab "sya" (sin besar atau huruf sin dengan tiga titik di atasnya) itu jadi "sy", seperti insya Allah, khusyu', syaithan, syirik, syahadat, syamsul, syahwat, syahid, Aisyah, Syaikh/Syekh, syukur, syafa'at, syahru, dll. (Silakan Cek: Pedoman Alih Aksara Arab-Indonesia).

Yang berpendapat penulisannya yang benar adalah "Inshaa Allah" itu dalam bahasa Inggris yang memang mengubah "sya" (Arab) jadi "sh" (Inggris),  sebagaimana judul lagu hit nasyid-nya Maher Zain,  Insha Allah

Mari kita lantuntan reff-nya: Insha Allah... Insha Allah... Insha Allah... We'll find the way!!!

Dalam bahasa Indonesia, "sh" itu untuk huruf "shad", seperti shalat, Ashar, shaum, shiddiq, shabar, shohibul bait, shohih, shahih, dll.

Kesimpulan
Tinggal pilih, menuliskan aslinya dalam bahasa Arab (إن شاء الله), dalam bahasa Indonesia (Insya Allah), atau dalam bahasa Inggris (Inshaa Allah).

Penting gak sih "meributkan" masalah penulisan kata Insya Allah ini? Ya... penting gak penting! Tapi yang terpenting: mari kita biasakan mengatkan "Insya Allah" (baca: Insya Awlooh) jika menyatakan hendak melakukan sesuatu. Wasalam. (www.romelteamedia.com).*

Top 10 Situs Berita Paling Populer versi Alexa

detik.com kompas.com terpopuler
DETIK.COM masih bertahan di "puncak klasemen" situs berita terpopuler di Indonesia versi situs pemeringkat website dunia, Alexa. Pelopor memang sulit dikalahkan. Portal berita yang resmi didirikan pada 9 Juli 1998 ini termasuk situs berita atau meda online pertama di Indonesia.

Kompas.com berada di posisi kedua, lalu Liputan6, Viva, Merdeka, Tribunnews, Jpnn, Suara, Kapanlagi, dan Tempo di posisi 10. Data per 18 Februari 2015.

Yang menarik, situs berita Suara yang relatif baru mampu merangsek ke Top 10 Situs Berita Terpopuler di Indonesia. Menurut profilnya, situs ini pertama kali terbit pada 11 Maret 2014, menjelang Pemilu 2014. (Salut buat tim IT Suara.com dengan kemampuan SEO-nya!).

Top 10 Situs Berita Paling Populer versi Alexa

1. Detik.com
2.Kompas.com
3. Liputan6.com
4. Viva.co.id
5. Merdeka.com
6. Tribunnews.com
7. Jpnn.com
8. Suara.com
9. Kapanlagi.com
10. Tempo.co

Di luar 10 besar itu ada Republika.co.id di posisi 11, Okezone (12), dan Metrotvnws.com (13). Meski mengklaim sebagai "media online berita dan hiburan No 1 di Indonesia" dalam Meta Deskripsinya, Okezone.com yang gencar dipromosikan MNC Grup (RCTI, Global, MNCTV) ternyata belum mampu menembus posisi 10 besar versi Alexa.

Top 10 Situs Terbanyak Dikunjungi

Secara keseluruhan, hanya Detik.com dan Kompas.com yang masuk 10 besar situs yang paling banyak dikunjungi di Indonesia.

Di posisi pertama ada Google.com yang terus bersaing dengan Facebook.com di posisi 2. Youtube dan Blogspot di posisi berikutnya.

1. Google.com
2. Facebook.com
3.Youtube.com
4. Blogspot.com
5. Yahoo.com
6. Google.co.id
7. Kaskus.co.id
8. Detik.com
9. Wordpress.com
10. Kompas.com

Ngapain saya "iseng" menyusun posting Top 10 Situs Berita Paling Populer versi Alexa ini? Pengen tau aja, situs mana yang paling banyak pengunjungnya di Indonesia, minimal buat referensi kalo ada yang tanya: situs berita atau media online paling populer di kita apa ya Kang?

Top 10 Situs Berita Paling Populer versi Alexa tentu saja tidak berarti "terbaik", terutama dari sisi konten dan/atau kualitas berita. Banyak lho media online yang memburu trafik pengunjung dengan menjadi "koran kuning" (yellow papers). Baca deh: Banyak Media Online Jadi Koran Kuning.

alexa rank romelteamediaDi dunia media online, salah satu faktor penentu popularitas adalah Optimisasi Mesin Pencari atau Search Engine Optimization (SEO) dengan tiga pilar utama: konten, link, dan sosial media, selain faktor promosi off line.

Peringkat Romelteamedia
Bagaimana dengan peringkat romelteamedia.com? Data Alexa per 18 Februari 2015 menunjukkan, Global Rank-nya "masih guede": 202,167 dan Rank in Indonesia: 4,598. Lumayan lah.... Wasalam. (www.romelteamedia.com).*

Masa Depan Profesi Reporter

Masa Depan Profesi Reporter
Di masa depan, peran reporter (wartawan peliput peristiwa) akan berkurang, bahkan mungkin tidak diperlukan lagi, digantikan oleh warga yang aktif menyebarkan informasi aktual via media sosial.

DULU, setidaknya di media tempat saja bekerja, wartawan mendapatkan tunjangan transportasi yang sama besar dengan jajaran pimpinan, yakni senilai 3 liter. Alasannya, wartawan itu mobile, harus ke sana ke mari untuk liputan.

Kini, wartawan tidak harus mendapatkan tunjangan transportasi lagi, diganti dengan "tunjangan pulsa". Pasalnya, reporter sekarang, di era internet, melakukan liputan secara online. Mereka "jalan-jalan" di akun-akun media sosial, mengintip trending topic, Google trend, status Facebook, ngintip video terbaru dan terunik di Youtube, "nongkrongin" Instagram atau Path, dll.

Sangat sering, berita yang dibuat media sekarang bersumberkan media sosial --menjadi jurnalistik media sosial.

Untuk reporter "desk luar negeri", lebih mudah lagi. Tinggal "intip" berita terbaru di situs-situs luar negeri and then... translate it! Muncullah berita "dilansir laman" atau "seperti diberitakan situs...". Memberikan berita, jadinya :)

Jurnalisme warga berkembang pesat seiring pesatnya pertumbuhan media sosial. Publik kini bukan hanya sebagai user (pengguna) atau reader (pembaca), tapi juga bisa merangkap sebagai publisher (penyebar informasi) layaknya wartawan pro.

Kehadiran berbagai platform blog juga menjadikan publik saat ini bisa memiliki media sendiri (blog) dengan tampilan yang tidak kalah bagus dengan portal berita. Jika ditambah keterampilan SEO (Search Engine Optimization), popularitas blog-blog pribadi bisa mengalahkan media mainstream.

Mixed News Media
Saat ini kita berada di era media berita campuran antara karya reporter dan jurnalisme warga via media sosial.

Dalam sebuah postingnya, laman Universitas Wisconsin Madison USA menjelaskan, saat ini kita bergerak menuju "media berita campuran" (a mixed news media) --sebuah media berita warga dan jurnalis profesional melalui banyak platform media.

"We are moving towards a mixed news media – a news media citizen and professional journalism across many media platforms"

Karena bisa berperan sebagai publisher, warga atau publik saat ini tidak perlu "nelpon wartawan" atau menunggu kehadiran pers untuk publikasi sebuah peristiwa. Bahkan, itu tadi, sering banget media mainstream menjadikan update status di media sosial sebagai bahan berita.

Kalimat "heboh di media sosial" atau "reaksi netizen" sering muncul dalam pemberitaan portal berita. Tidak lain berupa liputan online terhadap status media sosial plus "like" dan "comments".

Sebuah meme lucu pun sering menjadi sumber berita, meski meme tersebut "tidak penting" untuk kepentingan bangsa dan negara (dalem banget nih!).

Masa Depan Profesi Reporter alias "Wartawan Lapangan"
Dalam posting sebelumnya, Masa Depan Jurnalistik Milik Jurnalisme Warga, saya memprediksi, di masa depan, peran reporter (wartawan peliput peristiwa) di dunia pers atau bisnis media akan berkurang, bahkan mungkin tidak diperlukan lagi, digantikan oleh warga yang aktif menyebarkan informasi aktual via media sosial, email, smartphone, WhatsApp, BlackBerry Messenger/BBM Broadcast, dan sebagainya.
Media-media komersial hanya butuh konfirmasi dan verifikasi, lalu mengolah kembali berita-berita karya para amatir (jurnalis warga) itu, untuk disajikan lebih baik, menarik, dan enak dibaca.

Peran reporter akan kian terpinggirkan jika sang reporter minim skills jurnalistik dan tidak mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. (Baca: Skill yang Harus Dimiliki Wartawan Media Online).
 
Seiring berkurangnya peran reporter, maka peran editor kian "berjaya". Ia harus mampu "memainkan kata kunci" untuk judul dan lead berita, demi persaingan di mesin pencari  dan "promosi" di media sosial. Teknik SEO memainkan peran besar dalam perlombaan media meraih pengunjung (trafik). Wasalam. (www.romelteamedia.com).*

Saya Wajibkan Mahasiswa Membuat Blog!

Blog bermanfaat untuk mengasah keterampilan menulis, salah satu top skills wartawan online, merintis blogpreneur dan onlinepreneur, dan merintis media berita (news portal).

blog mahasiswa
SEMESTER ini, saya kembali dipercaya mengampu mata kuliah Jurnalistik Online di Jurusan Komunikasi UIN Bandung.

Mungkin, amanah itu diberikan kepada saya karena saya penulis buku Jurnalistik Online terbitan Nuansa Cendekia Bandung, the first book about online journalism in bahasa Indonesia.

Saya "mengasuh" sekitar 120 mahasiswa, 4 kelas. Fortunately, mahasiswa-mahasiswinya bageur-bageur. Kalo ada yang bandel mah saya usir saja dari kelas!

Di awal perkuliahan, saya wajibkan seluruh mahasiswa membuat blog baru dengan email dan nama blog sesuai dengan nama asli. Saya larang mereka menggunakan alamat email dan blog "alay". Mahasiswa bung, bukan ABG lagi!

KENAPA BLOGGING?
Blogging adalah salah satu skill yang harus dimiliki wartawan media online. Dengan blogging, mereka akan memiliki dan mengasah keahlian wartawan media online, sekaligus siap menjadi Wartawan Masa Depan yang tidak hanya bekerja di media.

Jurnalistik online adalah jurnalisme multimedia berbasis website. Wartawan media online tidak hanya dituntut terampil menulis berita (writing) sebagai "basic & traditional skills", tapi juga dituntut menguasai fotografi, videografi, dan infografi serta familiar dengan dunia media sosial.

TOP SKILLS JURNALIS ONLINE
Setidaknya ada dua hasil studi/survei yang menunjukkan pentingnya blogging bagi mahasiswa jurnalistik atau calon wartawan modern, yakni di situs Melcoulson dan Advancing The Story, berikut ini.

Top 10 multimedia skills new journalists should have
  1. Tweeting/live blogging
  2. Deadline writing, multiple webhits
  3. Blogging
  4. Shooting/editing photos, video
  5. Audio editing
  6. Storytelling 
  7. Mapping data with simple Google Fusion tables
  8. Database journalism with Caspio, Google
  9. Interactive storytelling through sliderocket, thinglink, etc.
  10. Infographics, like those created at easel.ly, visual.ly

Top 10 skills for online journalists
  1. Writing or Editing Scripts
  2. Project Management
  3. Blogging
  4. User Interface Design/Photo Shooting (tie)
  5. ? (Ini aslinya kosong! Kita isi saja: No. 5 adalah nomor jersey Daley Blind, pemain Timnas Belanda yang kini bermain di Machester United)
  6. Video Production
  7. Staff Organization/Administration
  8. Story Combining/Shortening
  9. Reporting and Writing Original Stories
  10. Photo/Image Editing
the modern journalist
Data di atas jelas menunjukkan wartawan, atau calon wartawan dan mahasiswa jurnalistik, mesti memiliki keterampilan lebih dari sekadar piawai menulis berita. Jurnalis online, karenanya, sering disebut sebagai "All Journalist", wartawan semuanya, wartawan serbabisa, dan "Jurnalis Multimedia".

Karenanya pula, jurnalistik online disebut sebagai "jurnalisme level tertinggi" setelah jurnalistik cetak dan elektronik (radio/televisi).

MULAI DARI MANA?
Untuk bisa menguasai semua itu, mulailah dengan blogging yang ada di posisi 3 dalam dua daftar keterampilan dasar jurnalis online di atas.

Dengan blogging, keterampilan menulis akan terasah, menjadi "penulis yang lebih baik" (be better writer), juga mengenal dan mendalami coding, HTML, Javascript, desain media online, melatih keterampilan menulis online (writing for the web), interaksi dengan pengguna, dan banyak lagi.

Dengan blogging juga kita akan akrab dengan SEO (Search Engine Optimization), traffic, pengunjung (user), hyperlink, dan masih banyak lagi. (Baca juga: 20 Manfaat Blogging)

ONLINEPRENEUR & BLOGPRENEUR
Dengan mewajibkan mahasiswa membuat blog, saya juga bermaksud "menggiring" mereka untuk menjadi Blogpreneur dan/atau Onlinepreneur.

Blog kelompok, berupa Blog Berita, bahkan saya arahkan untuk menjadi "blog beneran" --portal berita (news portal)-- yang nanti bisa dikelola secara profesional. Semoga bermunculan media-media berita online yang mengemban visi-misi "junalisme profetik" yang menebarkan kebenaran dan kebaikan saja. Amin!

Selain itu, blog pribadi dan/atau blog kelompok itu, nanti bisa berubah pula menjadi blog toko online, blog bisnis, atau blog apa saja yang positif setelah mereka lulus nanti.

Itulah dasar-dasar pemikiran atau "filosofi" mengapa saya wajibkan mahasiswa membuat blog. Yang tidak bisa biki, saya ajarin. Yang tidak mau? Saya paksa! Masih tidak mau juga? Saya persilakan hapus mata kuliah Jurnalistik Online di KRS-nya (Kartu Rencana Studi)!

Benar, saya paksa mereka ngeblog, minimal selama perkuliahan jurnalistik online. Bahkan, untuk kepentingan perkuliahan ini, saya buat blog khusus Klinik Blogging, berisi panduan ngeblog bagi pemula, meski di www.romelteamedia.com ini juga sudah ada tips ngeblog di karegori Blogging. Wasalam. (www.romelteamedia.com).*

Cara Mengubah Blog Jadi Buku

Cara Mengubah Blog Jadi Buku
SEMPAT bingung juga membuat judul untuk posting ini. Cara Membuat Buku dari Konten Blog, Cara Membukukan Blog, Mengubah Isi Blog Menjadi Buku, atau Membukukan Posting Blog? Akhirnya memutuskan memilih judul "Mengubah Blog Jadi Buku". 

Bahasa Inggrisnya mah "Converting Blogger Blog Posts into a Book" (mengkonvensi posting/tulisan di blog menjadi sebuah buku). 

Tips ini akan memberikan jalan bagi blogger yang ingin membukukan blognya. Tidak harus di-copy paste satu per satu! Cukup dengan beberapa langkah, maka seluruh isi/tulisan di blog akan siap diedit dan diterbitkan menjadi buku, baik e-book maupun "buku biasa" (dicetak).

Sebelumnya saya suah share tentang 5 Cara Menerbitkan Buku Sendiri secara Online. Tips berikut ini lebih "keren" dari cara di posting itu.

Cara membukukan isi blog ini saya kutip sesuai dengan aslinya dari Blog Xpertise. I'm sure u can follow this great tips!

Cara Membukukan Blog: 7 Tahap

Step 1: Getting an export of your blog's contents
The best way to get all of your content out of Blogger is by using a site called the Data Liberation Front

The DL is an engineering team inside Google whose purpose is to make it easier for users to move their data in and out of Google Products (so it's safe!).

Go here to grab your content out of one of your blogs (by clicking on Configure then Create Archive). You will receive a ZIP file from this export which contains a file inside such as YourBlog.atom.

Step 2: Rename the file
Open up the ZIP file and drag the YourBlog.atom file into a folder on your desktop. Rename the file from YourBlog.atom to YourBlog.xml

Step 3: Download the style sheet and xsl template
Download this style sheet and this XSL template and save them in the same directory with your new YourBlog.xml file.

Step 4: Edit one line in the XML file in a text editor
Open the XML file in a text editor and change:

<?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?>
to be
<?xml-stylesheet href="transform.xsl" type="text/xsl"?>

Step 5: Drag the XML file into either the Safari or Internet Explorer browsers
Yes, Safari browser or Internet Explorer browser. Chrome and Firefox might try to apply their own default styling to the XML file, so it works beset in these other two browsers.

The XSL file we've set up is set to do the following transformation:
<h1>Post title</h1>
<h2>Post author</h2>
<h3>Post date</h3>
Blog post content

It does this in reverse order, so it's going from Oldest to Newest posts. If you'd like you can change this to be ascending in the XSL file, and you can add more to the XSL file if you'd like to bring in comments, but we figure this is enough for most. It will also load in external images for the blog posts.


Step 6: Select all and copy paste into Word
This might be a bit tough depending on how big your blog is, but we were able to do a 12 meg blog archive pretty easily. Simply select all, copy, then open a new Word document and hit paste. You might need to wait a bit, but it will work.

Step 7: Save the Word document!
Save the document before you start working on it! Once saved, you can edit to your heart's content, resizing images, moving them around, reformatting... everything. Links and images are all preserved as well as much of the formatting.

And that's it! Atos sakitu, katanya!

Begitu seluruh isi blog sudah berhasil "diamankan" dalam file MS Word, maka Anda tinggal mengeditnya, lalu tinggal pilih:

1. Kirimkan ke Penerbit
2. Save as Pdf File menjadi e-book.

Kini, selain sebagai blogger, Anda pun sudah menjadi penulis buku. Blog memang banyak banget manfaatnya. Baca deh: 20 Manfaat Ngeblog.

CARA LAIN MEMBUKUKAN KONTEN BLOG
Masih banyak cara lain menerbitkan buku secara online, eh.. mengubah blog jadi buku atau membukukan tulisan di blog. Silakan cek dan coba situs-situs berikut ini:
Untuk menjadi blogger dan/atau penulis "hanya" membutuhkan satu syarat: NIAT. That's it! Willingness to write. Niat menulis. Nawaitu!

Where there's a will there's a way, isn't it? So, just "basmalah" and GO BLOGGING right now! Mulailah dengan sebuah blog. Buat Blog Sekarang! Wasalam. (www.romelteamedia.com).*

Media Propaganda vs Media Jurnalistik

Media Propaganda vs Media Massa
SAAT ini banyak sekali media online baru. Media-media siber baru yang lebih pas disebut "blog berita" ini dipopulerkan (share) di media sosial, khususnya oleh mereka yang "sejalan" atau "sepemahaman" dengan isi berita/tulisan atau "kebijakan redaksi" (editorial policy)-nya.

Umumnya, konten media-media baru ini kebanyakan COPAS berita dari media siber mainstream, seperti Detik, Republika, Kompas, JPNN, dan sebagainya, lalu "diedit" sedemikian rupa demi misi tertentu.

Jadilah mereka... Media Propaganda, yaitu media yang "hanya" bertujuan memengaruhi pendapat dan sikap publik.

Sebagaimana layaknya propaganda, pemberitaan media tersebut "tidak objektif", tetapi memberikan informasi yang dirancang dan diseting sedemikan rupa untuk memengaruhi, kadang "ngompori" (memanas-manasi) publik agar benci atau suka kepada seseorang atau sesuatu.

Sebagaimana layaknya propaganda pula, konten media-media tersebut "hanya" menyampaikan fakta-fakta pilihan yang dapat menghasilkan pengaruh tertentu dan lebih bertujuan menghasilkan reaksi emosional daripada reaksi rasional. 
Propaganda adalah sebuah upaya disengaja dan sistematis untuk membentuk persepsi, memanipulasi alam pikiran atau kognisi, dan memengaruhi langsung perilaku agar memberikan respon sesuai yang dikehendaki pelaku propaganda. (Wikipedia).

SIAPA MEREKA?
Setahu saya, atau kerennya "dalam pengamatan saya", atau tawadhu'-nya mah... IMHO, In My Humble Opinion.... media-media propaganda itu mulai bermunculan sejak menjelang Pemilihan Presiden 2014.

Seiring diperalatnya Media Group (Metro TV) menjadi corong kubu Jokowi dan "dimainkannya"  TV One sebagai corong kubu Prabowo, media-media propagandis di dunia maya pun tumbuh bak hujan di musim jamur, eh... kebalik, bak musim di jamur hujan, aih..... bak jamur di musim hujan!

Kebetulan, di Facebook, saya berteman dengan banyak kader, aktivis, dan simpatisan parpol. Nah, dari posting merekalah saya tahu ada media ini, itu, anu, eta, tauen, dan sebagainya. Ketika dicek, karena penasaran, masya Allah.... banyak yang "murni" media propaganda, BUKAN media massa atau media jurnalistik.

Masih mediang kalo keterampilan jurnalistik mereka bagus. Ini mah, sudah propaganda, bahasa medianya juga "kurang bagus" --untuk tidak mengatakan jelek. "Merinding" saya membaca berita-beritanya. Emosional banget! Namanya juga.... propaganda.

Namun, media mainstream juga banyak kok yang "berubah haluan" menjadi media propaganda, baik karena "dibayar" maupun karena "kebijakan redaksi" yang mengharuskan wartawan/editor berpihak pada kelompok tertentu.

Jadilah media-media tersebut masuk ke dalam SISI GELAP JURNALISME.

PROPAGANDA VS JURNALISTIK
Menyimak pandangan John C. Merril tentang Propaganda and Journalism, kedua dunia ini memang tidak jauh alias "deket". Propaganda bisa menggunakan teknik jurnalistik dan jurnalistik bisa "berbelok" arah menjadi propaganda.

Dalam konteks jurnalisme, propaganda berkonotasi negatif. Propaganda tidak mengemban misi media jurnalistik yang menurut UU No 40/1999 tentang Pers berperan sebagai penyampai informasi, hiburan, pendidikan, dan pengawasan sosial (social control).

Dalam jurnalistik ada kode etik, seperti asas berimbang (balance) atau covering both side, akurasi (accuracy), verifikasi dan konfirmasi alias tabayyun, cek dan ricek, tidak mencampurkan fakta dan opini, dan sebagainya.

Dalam propaganda, kayaknya gak ada deh yang namanya "kode etik propaganda". Pokoe joget, eh.. pokoe... sampaikan informasi untuk mempengaruhi publik. Sebarkan informasi yang sekiranya bisa membuat publik suka atau benci kepada kelompok atau seseorang!

PENUTUP
Sudah sah, sampai sini aja. Akhirnya... publik, kita, kau dan aku, harus pinter memilih dan memilah informasi, juga harus bisa membedakan mana media propaganda dan mana media massa.

Kedua media tersebut punya "tupoksi" (tugas poko dan fungsi) yang berbeda. "Manajemen" informasinya juga beda bingit.

Untuk keselamatan dunia dan akhirat seputar informasi, mari kita simak video yang OK banget ini:


Ensiklopedia Jurnalistik Online: Daftar Istilah Penting

Ensiklopedia Jurnalistik Online: Daftar Istilah Penting
JURNALISTIK Online adalah "genre baru" jurnalisme seiring dengan kehadiran dan perkembangan internet. Banyak istilah baru nan penting di dunia jurnalisme era internet ini.

Istilah lain jurnalistik online (online journalism) antara lain jurnalistik internet (internet journalism), jurnalistik situs web (website journalism), jurnalisme digital (digital journalism), dan jurnalistik multimedia.

Sejumlah posting seputar jurnalistik online di blog ini bisa disimak di kategori Jurnalistik Online dan Media Online.

Daftar Istilah Penting (Ensiklopedia) Jurnalistik & Media Online

Berikut ini daftar istilah penting dalam dunia jurnalistik online. Posting ini akan terus di-update --insya Allah.

"Ensiklopedia" ini tidak disusun alfabetis, tapi berdasarkan tingkat kepentingan dan "usability" dalam praktik jurnalisme generasi ketiga setelah jurnalistik cetak dan elektronik (radio/televisi) ini.

Clickbait
Umpan klik. Disebut juga "jebakan klik". Yaitu link (tautan) judul berita media online (situs berita) yang dibuat sedemikian rupa sehingga menarik, bikin penasaran, dan diklik oleh pembaca. Seringkali clickbait ini "menipu", tidak seperti diperkirakan, ternyata isi berita atau tulisannya "biasa-biasa saja". (Selengkapnya: Clickbait Modus Media Menarik Pembaca).

Trafik

Traffic. Jumlah pengunjung website. Dulu, media berlomba meningkatkan oplah (jumlah kopi surat kabar yang dijual setiap hari) sebanyak-banyaknya. Kini, media berlomba menaikkan trafik atau jumlah pengunjung (visitor), pembaca (reader), atau pengguna (user).

User
Pengguna. Sebutan bagi pembaca media online, selain  pengunjung (visitor) dan pembaca (reader).

SEO
Search Engine Optimization. Optimisasi mesin pencari. Wartawan online menulis bukan hanya untuk pembaca, tapi juga untuk mesin pencari. Editor harus melakukan "trik" agar berita mudah diindeks mesin pencari, seperti Google dan Bing, agar mudah ditemukan pembaca dan menaikkan trafik situs beritanya. Setidaknya ada tiga pilar SEO, yakni Link, Content, dan Media Sosial.

Scannability
Muah dipindai alias mudah dan enak dibaca di layar monitor. Tulisan di media online harus nyaman bagi mata pembaca. Pembaca media online bukan membaca, tapi memindai. Naskah yang mudah dipindai dan nyaman di mata pengunjung a.l. menyangkut ukuran dan jenis huruf, struktur naskah (tanpa indent/tekuk ke dalam, idealnya maksimal 5 baris per alinea, dll.). Selengkapnya: Gaya Menulis di Media Online.

Hoax

Dibaca/diucapkan: hōks. Pemberitaan palsu alias berita bohong. Istilah ini populer seiring popularitas media online, terutama media sosial. Lihat: Contoh Hoax. Selengkapnya: Pengertian Hoax.

Breaking News
Breaking News disebut Berita Sela, Wartamerta, atau Wartasemerta. Yaitu warta (berita, kabar, informasi) yang serta-merta disiarkan di radio atau televisi begitu peristiwa terjadi. Dalam konteks media online, Breaking News artinya merujuk pada berita tentang kejadian yang tidak diharapkan, kecelakaan, tidak direncanakan, dan mengejutkan, seperti gempa, kecelakaan pesawat, penembakan, dan sejenisnya. (Baca: Media Online Kok Ada Breaking News?)

Post/Posting
Ngeposkan. Istilah umum dalam dunia blogging. Aktivitas mengunggah (upload) konten (tulisan/tek, foto, video, audio) ke blog.

Itulah sebagian daftar istilah penting di jurnalistik online dan/atau media online. Istilah lainnya masih buanyaaaaak..... a.l. Link, Hyperlink, Share, Tag, Meta Tags, Stop Words, White Space, Permalink, UX,Visibility, Usability, Readability, Spam, dan... ah... banyak deh. To be continued...!

Daftar lebih lengkap bisa disimak di buku Jurnalistik Online karya Asep Syamsul M. Romli alias saya. Minat? Silakan meluncur ke website penerbitnya: www.nuansa.co. Wasalam. (www.romelteamedia.com).*