Penulisan Kata "Dan" di Awal Kalimat

Penulisan Kata "Dan" di Awal Kalimat
BANYAK penulis yang menulis kata "dan" di awal kalimat. Misalnya, ".... bulan ini. Dan ketika...". Mengacu kepada kaidah atau tata bahasa Indonesua, penulisan kata penghubung “dan” di awal kalimat itu jelas keliru alias salah.
Read more »

Cara Membuat Judul Berita (Headline)

judul berita
Membuat Judul Berita (News Headline) merupakan "tugas terberat" seorang wartawan, reporter, atau jurnalis. Pasalnya, judul beritalah yang pertama kali dibaca, dipindai, atau dilihat pembaca dan harus mampu menarik perhatian, minat, dan keinginan pembaca untuk membaca berita yang ditulis.

Cara Membuat Judul

Judul berita hendaknya:

  1. Berisi 5-10 kata
  2. Berupa pemikiran yang lengkap
  3. Berisi Subjek dan Kata Kerja (Verb), sering pula disertai Objek
  4. Bertujuan menarik perhatian pembaca
  5. Mencerminkan isi berita 
  6. Menghindari ambiguitas, insinuitas, dan makna ganda.
  7. Akurat, jelas, dan ringkas
  8. Berupa kalimat lengkap (Headlines are complete sentences or imply complete sentences).
  9. Hindari judul berita berupa kalimat tanya --karena judul berita itu informasi, bukan soal ujian!

Judul Kalimat Tanya

Kita sering menemukan judul berupa kalimat tanya. Itu keliru karena naskah berita itu harus berisi informasi, bercerita, bukan bertanya!

Wartawan yang membuat judul berupa kalimat tanya itu adalah wartawan amatir yang masih belajar, bukan wartawan profesional. Ia mengira itu akan bikin pembaca penasaran, padahal berita bukan teka-teki, bukan pula soal ujian atau pertanyaan quiz. Berita adalah informasi. To Tell, BUKAN to Ask!

Di situs Wiki Answer, ada pertanyaan, bolehkan judul berita menggunakan kalimat tanya? (Can a newspaper headine be a question?).

Jawabannya: The headline of a newspaper is the first few words that tell someone what the article is about.

Perhatikan, "tell someone", bukan "ask someone". Jadi, jawabannya: NO, It Can Not!

Soal judul berita berupa kalimat tanya juga menjadi "perdebatan":Are question headline to o vague to use?

Memang, membuat judul berita berupa kalimat tanya bukan pelanggaran pidana, bukan pula pelanggaran kode etik jurnalistik. Lagi pula, "biar pembaca penasaran". Tapi ingat, judul berita berupa kalimat tanya:
  1. Tidak Efektif --tidak membuat pembaca segera tahu inti berita.
  2. Bisa masuk kategori "jurnalisme tidak bertanggung jawab" (irresponsible journalism).
  3. Sang wartawan bisa dianggap "ikut arus" menjadi "wartawan gosip", setidaknya terpengaruh oleh "acara infotainment".

Arti Kata Takjil dan Tarawih


Arti Kata Takjil dan Tarawih
Arti Kata Takjil dan Tarawih

DUA kata ini, takjil (ta'jil) dan tarawih (tarwiyah, taraweh) sangat populer dalam bulan Ramadhan. Takjil artinya buka puasa. Tarawih itu shalat sunat setelah Isya --shalat malamnya bulan Ramadhan.

Penulisan yang benar tajil apa takjil? Penulisan yang bakunya sih takjil. Kata ini ada dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI):  takjil /tak·jil/ v Isl mempercepat (dl berbuka puasa).

Arti Kata Takjil

Menurut para ahli bahasa (Arab), asal kata takjil dari bahasa Arab, 'ajjala– yu'ajjilu–ta’jilan yang berarti "menyegerakan" atau "cepat-cepat".

Dalam konteks puasa Ramadhan, segera berbuka, tidak menunda-nunda buka puasa jika sudah waktunya berbuka. Menyegerakan berbuka termasuk amalan sunah yang berpahala.

"Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka." (HR. Bukhari dan Muslim).

Jadi, penulisan aslinya adalah ta'jil, pake koma, lalu diadopsi ke dalam bahasa Indonesia dan dibakukan menjadi takjil.

Jangan artikan takjil sebagai makanan-minuman untuk berbuka karena takjil itu kata kerja (verb), yakni bersegera dalam berbuka puasa.

Arti Kata Tarawih

Tarawih juga dari bahasa Arab, tarwihu atau tarwiyah, lalu diadopsi ke dalam bahasa Indonesia menjadi tarawih dan "dikacaukan" pengucapannya oleh lidah kita menjadi taraweh.
KBBI: Tarawih /Ta·ra·wih/ n salat sunah pd malam hari (sesudah Isya, sebelum Subuh) pd bulan Ramadan (bulan puasa);

Menurut para ahli, kata tarawih berasal dari bahasa Arab dan merupakan bentuk jamak dari kata at-tarwiihu yang artinya "penganginan" (proses mengangin-anginkan). Maksudnya, istirahat, santai.

Kata dasar tarawih, masih menurut para ahli, adalah rahah’ santai, istirahat, tidak tergesa-gesa’.

Kata ustadz saya, istilah tarawih menjadi nama lain dari shalat malam (qiyamul lail) Ramadhan atau Qiyamu Ramadhan, yaitu minimal delapan rakaat usai shalat Isya.

Any other opinion or views tentang Arti Kata Takjil dan Tarawih? (www.romelteamedia.com).*

Manajemen Media Sosial Instansi/Perusahaan

Manajemen Media Sosial Instansi/Perusahaan. Media Sosial sebagai pilar SEO Website/blog


Manajemen Media Sosial Instansi/Perusahaan
MEDIA Sosial (Social Media) merupakan "masyakarat maya" yang dinamis. Layaknya warga masyarakat, para user ngobrol satu sama lain, kadang serius dan fokus, kadang "asal ngomong", sering pula "berantem".

Komunikasi dan interaksi di media sosial berlangsung sangat intensif dan tanpa batas. User yang sudah kenal dan saling tidak kenal pun bisa ngobrol apa saja, kapan saja, bahkan "ngomong" apa saja.

Berbeda dengan mayarakat dunia nyata, di warga masyarakat maya bisa menyembunyikan identitas sebenarnya, foto profil palsu, nama palsu, alamat palsu, dan palsu-palsu lainnya. Sebuah survei bahkan menunjukkan, mayoritas user internet itu "lukers", suka ngumpet.

Media sosial yang semula diperuntukkan bagi perorangan atau individu (Baca: Pengertian Media Sosial), berkembang menjadi media komunikasi instansi, lembaga, atau perusahaan. Aktivitas kehumasan dan pemasaran menjadi hal wajib di media sosial karena besarnya potensi mendapatkan konsumen dan klien baru.

Manfaat Media Sosial bagi Instansi/Perusahaan

Instansi/perusahaan yang terlibat aktif di media sosial akan mendapatkan banyak keuntungan, di antaranya:

  1. Social Signals. Meningkatkan sinyal sosial yang akan meningkatkan jumlah pengunjung website.
  2. Company Branding. Menciptakan loyalitas konsumen/klien.
  3. Improved Brand Awareness. Meningkatkan konsumen/klien potensial, minimal membuat orang tahu dan sadar akan kehadiran sebuah lembaga penyedia produk/jasa. Sosial media juga akan membuat brand Anda tidak hanya muncul di mesin pencari, tapi tampil di arena "masyarakat maya" ini.
  4. Word-of-mouth Advertising. Word of mouth adalah promosi yang dilakukan melalui pembicaraan dari mulut ke mulut dengan cara menceritakan pemgalaman atau keunggulan suatu produk
  5. Increased customer loyalty and trust. Meningkatkan kesetiaan dan kepercayaa konsumen/klien.
  6. Improved audience reach and influence. Meningkatkan pengaruh dan jangkauan audiens.
  7. "Tune in" tentang apa yang dibicarakan orang terkait lembaga/perusahaan.
  8. Engagement. Lebih mengakrabi konsumen/kline, "more human, more social"

Tentu saja, manfaat atau keuntungan ber-media sosial di atas hanya bisa diraih dengan manajemen media sosial yang baik dan benar.

Dengan adanya manfaat itu pula, muncul konsep kehumasan atau pemasaran media sosial (social media marketing) yaitu proses pembangunan brand equity & awareness melalui saluran media sosial, termasuk:

  1. Facebook
  2. Twitter
  3. LinkedIn
  4. Youtube
  5. Social Bookmarking sites (Digg, StumbleUpon, Delicious)
  6. Interactive blogs
Brand Equity = menumbuhkan minat atau keinginan untuk melanjutkan menggunakan suatu brand.Brand Awareness = membuat orang tahu dan sadar akan kehadiran sebuah lembaga penyedia produk/jasa. 

Pilar SEO Website/Blog

Media sosial merupakan salah satu pilar SEO. Pertemanan, keakraban, dan berbagi konten potensiap meningkatkan pengunjung website/blog.

Sinyal sosial ini memiliki pengaruh langsung dan tidak langsung bagi ranking di halaman hasil pencarian (SERP). Maka, minimal di akhir setiap posting  web/blog, selalu sediakan fasilitas social share yang memudahkan pengunjung berbagi ke:

  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google + 
  4. LinkedIn
  5. Pinterest

Sejumlah faktor yang berpengaruh langsung bagi trafik dan ranking website/blog:
  1. Jumlah like di Facebook
  2. Jumlah share Facebook 
  3. Jumlah follower Twitter 
  4. Jumlah tweet yang "mention" nama merek (brand) atau termasuk link ke website
  5. Jumlah user yang ada di linkaran Google Plus

Pengaruh tidak langsung datang dari:
  1. Inbound Link dan kutipan yang meningkatkan visibilitas online dan brand awarness
  2. Meningkatnya review positif atau komentar dan rekomendasi dari konsumen/klien yang merasa puas
  3. Menurunnya "bounce rate", meningatnya durasi user membuka situs, dan pengunjung yang kembali ke website.

Manajemen Media Sosial Instansi/Perusahaan

Bagaimana mengelola media sosial instansi/perusahaan dengan baik dan benar, agar bisa meraih segala benefit yang disediakan jagat media sosial?

Akan ditulis di posting lain. Stay tuned! Lagian, yang ini aja udah kepanjangan kayaknya nih.... lagian, waktunya mefffet nih mo cabut ^_^ Wasalam. (www.romelteamedia.com).

Mengenal Jurnalisme Bisnis (Business Journalism)

 Jurnalisme Bisnis (Business Journalism)
Business Journalism adalah jurnalistik yang fokus pada peliputan dan pelaporan dunia bisnis, ekonomi, dan keuangan. Wartawannya disebut "jurnalis bisnis" (business journalists). Mengapa di kampus Indonesia belum ada program studi jurnalistik bisnis?

POSTING soal  jurnalistik atau jurnalisme bisnis (business journalism) ini melengkapi tulisan sebelumnya, tentang Corporate Blogging dan Corporate Journalism, sebagai bagian dari tugas atau strategi Humas (PR) Online.

Istilah Business Journalism tampaknya belum populer di Indonesia. Tulisan yang membahas jurnalisme atau jurnalistik bisnis juga masih sangat langka, sama langkanya dengan tema "bisnis jurnalistik". Kalau tulisan atau berita bertopik "bisnis media" --yang tak lain adalah "bisnis jurnalistik"-- sudah lumayan banyak.

Dalam catatan Wikipedia, Business Journalism adalah cabang jurnalisme yang menjejak, merekam, dan menganalisis serta menginterpretasi perubahan ekonomi yang terjadi di masyarakat.

Bentuk jurnalisme ini meng-cover berita dan artikel feature tentang orang-orang, tempat, dan isu-isu yang berkaitan dengan dunia usaha (bisnis).

Ringkasnya, Business Journalism adalah jurnalistik yang mengkhususkan peliputan dan pelaporan masalah bisnis atau dunia usaha.

Wartawannya disebut "jurnalis bisnis" (business journalists). Ia fokus meliput dan menulis berita/informasi tentang pertiwa terkini dalam bidang ekonomi, dunia usaha atau bisnis, dan keuangan.

Hampir semua media menyajikan berita tentang dunia bisnis, namun jurnalistik bisnis yang detail dan mendalam (depth) bisa ditemukan di media publikasi, radio, dan saluran televisi yang didedikasikan khusus untuk jurnalisme bisnis dan keuangan (business and financial journalism).

Contoh Business Journalism adalah The Wall Street Journal (WJS) yang (semula) fokus pada berita bisnis dan eknomi (special emphasis on business and economic news). Kini WJS --termasuk WJS edisi Indonesia --tidak hanya memberitakan soal ekomoni dan bisnis, tapi juga berita lain seperti olahraga dan politik.

Contoh Jurnalistik Bisnus lainnya adalah Bisnis Indonesia dan Warta Ekonomi. Lagi-lagi, kedua media ini "tak kuasa" menahan diri untuk tidak memberitakan topik olahraga dan politik. Contoh media yang "murni" jurnalistik bisnis adalah SWA dan .... (tentu masih ada lagi yang lain).

Usia jurnalisme bisnis sebenarnya sudah cukup tua, yakni sejak abad 16 M. Menurut catatan History of Business Journalism, pertama kali muncul tahun 1568 ketika keluarga Fugger menerbitkan newsletter (surat berita) yang berisi informasi tentang ekomini Eropa.
Business journalism is one of the most fascinating aspects of media in recent years as it has documented such well-known corporate scandals as Enron, WorldCom, Adelphia Communications, HealthSouth and Tyco. (http://www.bizjournalismhistory.org/).
Business journalism tumbuh pesat dalam kurun waktu 20 tahun terakhir. Setidaknya, itu kata lama Washington and Lee University yang sudah lama membuka program studi jurnalistik bisnis.
The field of business journalism has grown dramatically in the past 20 years. Yet the preparation of journalists to write about economic and financial topics has not kept up with that growth. Daily newspapers, specialized magazines, Internet-news sites and television stations are all eager for employees who can both understand business concepts and communicate those concepts in terms that readers and viewers will easily understand.

Kebutuhan akan jurnalis bisnis sebenarnya dirasakan oleh kalangan media di Indonesia. Mereka butuh wartawan yang piawai menulis topik ekonomi dan keuangan. 

Wartawan yang meliput dan menulis soal ekonomi, bisnis, dan keuangan, jelas butuh pemahaman, wawasan, dan penguasaan konsep bisnis dan mampu mengkomunikasikannya kepada para pembaca, pendengar, atau pemirsa.

Kampus-kampus di luar sono memang sudah banyak yang membuka program studi jurnalistik bisnis, mengapa di Indonesia belum ada ya...? Belum ada atau belum "ngeh" ni para pakar dan akademisi jurnalistik Indonesia? Wasalam. (www.romelteamedia.com).*

Humas Online: Tips SEO untuk Konten Website

SEO untuk Konten Website
Tips SEO Posting untuk Konten Website Instansi/Perusahaan agar tulisan mudah diindeks Google dan dibaca user.

SALAH satu tugas bidang Public Relation (PR) atau Humas adalah mengelola media online untuk menjalankan PR Online, e-PR, Digital PR, Humas Online, atau kehumasan melalui internet.

Untuk mengelola website instansi/perusahaan dengan baik, Humas Online harus mengisi website dengan konten yang baik pula, termasuk melakukan optimasi SEO (Search Engine Optimization) agar posting cepat terindeks mesin pencari dan diklik user (pembaca).

Berikut ini tips SEO konten website yang disadur dan dikembangkan dari Digital PR Tip Sheet: SEO for News Content.

10 Tips SEO untuk Konten Website Instansi/Perusahaan

Ada 10 tips yang bisa membantu kita untuk meningkatkan ranking website di Google dan mesin pencari lainnya:

1. Riset Kata Kunci
Lakukan riset kata kunci (keyword research) agar kita menggunakan kata atau frasa yang benar-benar dicari orang atau sedang hangat dibicarakan, dalam konten berita (news content). 

Untuk riset ini, kita bisa menggunakan:
  • Google trends – http://www.google.com/trends 
  • Twitter trends – http://trendsmap.com 
  • YouTube trends – http://www.youtube.com/trendsdashboard
  • Google Adwords - http://www.adwords.google.com
  • Data kata kunci di Alexa, Google Analytic, dan pemantau trafik online lainnya.
Selain itu, lakukan proses "self-thinking" berikut ini:
  • Apakah kata kunci yang digunakan relevan dengan konten web?
  • Apakah user bisa menemukan tulisan kita ketika mereka menggunakan kata kunci ini?
  • Apa kira-kira kata kunci yang dituliskan user di Google untuk mencari artikel yang mau kita tulis?
2. Gunakan Frasa Kunci di Judul
Tampilkan frasa kunci utama (main key phrase) di judul news release, posting blog, atau halaman web.  

3. Hindari Duplicate Content
Jangan pernah artikel yang menyalin atau duplikat dari konten website lain (copy paste) atau tulisan yang sama dengan yang sudah dipublish. Google lebih suka tulisan yang fresh dan original.

4. Asli dan Menarik
Pastikan SEMUA konten PR Anda asli, menarik, ditulis dengan baik, dan terkait dengan brand instansi/perusahaan.

5. Gunakan Link Internal
Tautkan tulisan yang satu dengan tulisan lain yang berkaitan. Gunakan frasa dalam anchor text, bukan "klik di sini".

6. Share ke Media Sosial
Share, bagikan, atau posting tulisan di website ke media sosial, seperti Twitter, Facebook, dan LinkedIn.

7. Tambahkan Gambar dan Video
Biar lebih menarik, tambahkan gambar, foto, dan/atau video yang relevan. Ini akan menambah nilai SEO dan peluang muncul di hasil pencarian.

8. Kata Kunci di Gambar dan Video
Gunakan kata kunci di nama file gambar, "image title", dan "alt text" gambar, juga di deskripsi video.

9. Dapatkan Back Link
Dapatkan backlink, inbound link, dari web partner. Link ini akan meningkatkan rangking di Google.

10. Update!
Lakukan update secara reguler. Google mencari kesegaran dan orisinalitas (freshness and originality). User juga suka share dan nge-link ke konten yang menarik dan bermanfaat.

Paling tidak, update akan menambah konten web yang berarti menambah perbendaharaan database Google pada website Anda. Wasalam. (www.romelteamedia.com).*

Komunikasi Publik: Pengertian dan Ruang Lingkup

Komunikasi Publik: Pengertian dan Ruang Lingkup

Komunikasi Publik (Public Communication) adalah penyampaian pesan (message), berupa ide atau gagasa, informasi, ajakan, dan sebagainya kepada orang banyak.


Pengertian Komunikasi Publik

Komunikasi Publik (Komunikasi Publik) adalah salah satu jenis atau bentuk komunikasi, selain komunikasi intrapribadi (intrapersonal communication), komunikasi antarpribadi (interpersonal communication), komunikasi kelompok (group communcation), komunikasi organisasi (organization communication), dan komunikasi massa (mass communication).

Komunikasi Publik dikenal dengan banyak nama/istilah –urusan publik (public affairs), informasi publik (public information), dan hubungan publik (public relation) atau humas (hubungan masyarakat).

Secara praktis, pengertian komunikasi publik digambarkan dengan baik oleh situs School of Communication American University berikut ini:
It’s at the heart of our economy, society, and politics. Studios use it to promote their films. Politicians use it to get elected. Businesses use it to burnish their image. Advocates use it to promote social causes.
It’s a field built on ideas and images, persuasion and information, strategy and tactics. No policy or product can succeed without a smart message targeted to the right audience in creative and innovative ways. The ability to communicate this way – to communicate strategically – is what our programs are all about.
Jika merujuk pada definisi website versi Google, maka akan didapat pengertian komunikasi publik sebagai berikut:
Public communication is any communication by means of television (including cable and satellite), radio, newspaper, magazine, billboard, mass mailing, telephone bank or any other form of general public political advertising. Communications over the Internet are not included in the definition of public communication. (http://www.fec.gov/press/bkgnd/bcra_definitions.shtml).

Komunikasi Publik vs Komunikasi Massa

Komunikasi Publik sering pula disebut sebagai komunikasi massa (mass communication), meski komunikasi massa lebih spesifik, yakni komunikasi melalui media massa (communicating with media).

Komunikasi publik lebih luas daripada komunikasi massa. Komunikasi massa ”hanya” menggunakan media massa, seperti suratkabar, majalah, website, radio, dan televisi. Komunikasi publik lebih luas lagi. 

Selain menggunakan media massa, komunikasi publik juga menggunakan e-mail, blog, jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter, Yahoo Messengger, Handphone (SMS), dan medium lain yang bisa menjangkau khalayak luas/banyak seperti aksi demo, seminar, diskusi, dan sebagainya.

Jadi, komunikasi publik merupakan kombinasi antara hubungan dengan media masa (media relations), jangkauan komunitas (community outreach), komunikasi krisis (crisis communication), relasi pelanggan (customer relations), perencanaan acara (event planning), komunikasi risiko (risk communication).

Komunikasi Publik adalah penyampaian pesan (message), berupa ide atau gagasa, informasi, ajakan, dan sebagainya kepada orang banyak. 

Media Komunikasi Publik

Sarana komunikasi publik yaitu segala saluran yang bisa menyampaikan pesan kepada publik:
  1. Media Massa
  2. Orasi pada rapat umum 
  3. Aksi demonstrasi
  4. Blog
  5. Situs Jejaring Sosial
  6. Kolom komentar di website/blog
  7. E-mail, milis
  8. SMS
  9. Surat
  10. Surat Pembaca
  11. Reklame 
  12. Spanduk

Komunikasi Publik memerlukan keterampilan komunikasi lisan dan tulisan agar pesan dapat disampaikan secara efektif dan efisien.

Aktor Komunikasi Publik

Komunikasi Publik dapat diakukan oleh siapa pun, dapat pula dilakukan oleh seorang komunikator publik profesional. Mereka yang termasuk Komunikator Publik Profesional antara lain, manager dan staf PR/Humas, wartawan, penyiar radio, presenter, penyaji ramalan cuaca, dan sebagainya.

Kecanggihan teknologi komunikasi saat ini membuat semua orang bisa melakukan komuniksi publik. Sekadar contoh, jika kita memposting sebuah komentar pada sebuah kolom komentar yang dapat diakses banyak orang, maka itu Komunikasi Publik. Jika kita mengatakan sesuatu di ruang publik yang dapat diakses banyak orang, maka itu Komunikasi Publik.

Ciri utama Komunikasi Publik adalah berisi pesan yang penting diketahui publik –dikenal dengan Informasi Publik. Yang dikomunikasikan menyangkut urusan publik (Public Affairs) atau yang diharapkan menggugah orang banyak.

Sebagai contoh, lembaga-lembaga survei selalu mengumumkan hasil surveinya kepada media massa, pengamat yang tidak diwawancara media mengirimkan komentarnya tentang isu aktual kepada wartawan, dan sebagainya. (Diolah dari berbagai sumber, www.romelteamedia.com).*